woelandluns

January 18, 2011

Perlunya Pancasila dalam masa revormasi dan globalisasi

Filed under: pkn — woelandluns @ 1:09 pm

Dalam masa revormasi dan globalisasi sebagai koridor agar di era yang bebas tetap di jalan yang sesuai dengan ideologi bangsa.

Karena sesuai fungsi pancasila diantaranya yaitu :

  1. Sebagai dasar Negara, yaitu sebagai pedoman atau landasan pengatur bangsa.
  2. Sebagai ideology Negara.
  3. Sebagai sumber dari segala sumber hukum.
  4. Sebagai pandangan hidup bangsa.
  5. Sebagai jiwa dan kepribadian bangsa, yaitu pancasila sebagai pembeda / yang membedakan Bangsa Indonesia dengan Bangsa lain.
  6. Sebagai perjanjian luhur.
  7. Sebagai falsafah.

Globalisasi mempunyai banyak pengaruh bagi kehidupan diberbagai bidang baik positif maupun negative. Pancasila sebagai filter untuk menyaring pengaruh negative yang masuk ke Indonesia.

Peranan Pancasila di Era revormasi khususnya dalam konteks sebagai dasar Negara dan ideology nasional agar setiap Warga Negara Indonesia memiliki pemahaman yang sama dan akhirnya memiliki persepsi dan sikap yang sama terhadap kedudukan peranan dan fungsi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pada era revormasi dan globalisasi pancasila hanya terdengar sayup- sayup kalaupun ada sebatas formalitas yang dibacakan saat upacara peringatan hari besar. Kemudian diterbitkannya TAP MPR RI No. XVII/MPR/1998 tentang pencabutan TAP MPR RI No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (P4).

Pancasila cenderung menjadi marginal karena terlanjur “tercemar” oleh kebijakan politik masa lalu sebagai mesin politik, adanya liberalisasi politik yang menghapuskan pancasila sebagai satu- satunya azas, pengaruh desentralisasi dan otonomi daerah yang mendorong penguatan sentiment daerah, serta pengaruh kuet derasnya arus globalisasi yang menggerus jati diri dan identitas Nasional. Pancasila  tetap harus konsisten dan konsekuen dilaksanakan oleh para pemimpin dan masyarakat karena memiliki nilai- nilai luhur yang sangat sesuai dengan karakter bangsa yang tercermin dalam setiap sila dari pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika. Pancasila seharusnya diyakini masih relevan dengan situasi dan era manapun dan tetap sakti untuk menangkal segala ancaman dan tantangan masuknya paham/ ideology asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.

Ke depan perlu adanya revitalisasi terhadap pemahaman pancasila dengan cara :

  • Membumikan pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Internalisasi nilai- nilai pancasila baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, terutama pada cara penyampaian pembelajaran kepada siswa yang selama ini melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan atau Pendidikan Moral Pancasila hanya bersifat kognitif (transfer pengetahuan) ke afektif dan psikomotorik agar siswa tidak jenuh.
  • Sudah waktunya para pemimpin nasional berbicara tentang pentingnya pancasila dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dan memberikan perhatian khusus kepada ideology pemersatu ini.

Di era revormasi dan demokrasi, bentuk hubungan antara islam dan Negara tak serta merta koheran satu sama lain. Demokrasi justru memungkinkan menyeruaknya segala macam aspirasi “laten” dari kalangan islam ideologis, yakni memberlakukan syariat islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Revitalisasi mendesak karena beberapa alasan yaitu ada dua :

  • Internal dan eksternal

Sejak masa berlangsungnya masa revormasi beberapa factor pemersatu bangsa jelas mengalami kemerosotan. Negara- bangsa yang berpusat di Jakarta semakin berkurang otoritasnya, sentralisasi sebaliknya digantikan dengan desentralisasi dan otonomisasi daerah.

Yang tak kurang pentingnya adalah serbuan globalisasi, yang tidak hanya menimbulkan disorientasi dan dislokasi social, tetapi juga bahkan mengakibatkan memudarnya identitas nasional dan bahkan jati diri bangsa. Globalisasi sesungguhnya juga mempunyai nilai positif, sebaliknya justru lebih banyak menimbulkan akses negative dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Revitalisasi pancasila yang urgen itu bisa dimulai dengan menjadikan dasar Negara ini kembali sebagai wacana public, sehingga masyarakat merasakan bahwa pancasila masih ada, dan masih dibutuhkan bagi Negara- bangsa Indonesia. Selama 61 tahun lebih, Pancasila mampu mengayomi anak- anak bangsa yang majemuk, pancasila dengan demikian telah teruji sebagai kerangka dasar bersama Negara- bangsa Indonesia.

Perlu dilakukan penilaian kembali tentang penafsiran dan pemahaman pancasila, yang teklah pernah dirumuskan di masa silam. Penafsiran monolitik sepatutnya ditinggalkan, apalagi kalau penafsiran tunggal tersebut didominasi oleh rezim penguasa, yang menggunakan untuk kepentingan kekuasaan. Public dan masyarakat memiliki hak semestinya terlibat dalam reassessment dan rekontekstualisasi penafsiran pancasila di tengah situasi dan tantangan yang terus berubah.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: