woelandluns

January 11, 2011

Sinopsis Novel,Unsur Intrinsik”De Winst” karya Afifah Afra

Filed under: sinopsis novel — woelandluns @ 12:43 pm

DE WINST

(Afifah Afra)

Usai menyelesaikan pendidikannya di Universitas Leiden, Belanda, Raden Mas Rangga Puruhita pun kembali ke negerinya Hindia Belanda, dengan semangat ingin segera memperbaiki nasib bangsanya yang masih terpuruk. Ia dijemput oleh abdi dalem yang bernama R.Ngabei Suratman. R.M Rangga Puruhita adalah  cucu Pakubuwono X, tepatnya putra KGPH Suryanegara. Di kapal ia bertemu Noni Belanda yang sangat cantik dengan rambutnya yang pirang, namanya Everdine Kareen Spinoza. Serta diadakan pesta dansa di Batavia, Kareen juga datang begitu juga dengan Rangga.Pesta tersebut berlangsung disebuah hotel.Sejak itulah Rangga mulai jatuh cinta pada Kareen.

Kareen menuju ke Bandung sedangkan Rangga ke Solo. Rangga sadar bahwa ia jatuh cinta pada Kareen. Tetapi ia tiba-tiba teringat pada perjodohannya dengan Rr. Sekar Prembayun yang telah dijodohkan sejak kecil.

Rangga Puruhita kemudian kerja dipabrik gula De Winst yang sahanmnya 20% milik ayahnya.De Winst sebagian bessar sahamnya dikuasai oleh Belanda.Rangga ingin menegakkan keadilan pada kaum pribumi yang gajinya rendah di De Winst.Tuan Edward Biljmer adalah seotrang belanda totok yang mengenyam pendidikan tinggi di universiteit Leiden, Fakultas Ekonomi.Beliau termasuk orang De Winst.

Lalu muncullah Kresna seorang pemuda gagah, tampan, putih, terlihat sekali masih muda.Ia berkenalan dengan Rangga.

Perjodohan Rangga dengan Sekar, ternyata Sekar sendiri tidakl setuju.Ia lebih memilih pemuda yang selama ini mengajari Sekar menulis maupun berfilsafat, namany Jatmiko. Namun KGPH Surya kusuma, ayahanyda Sekar tidak suka dengan Jatmiko.

De Winst akan menambah pajak tnah untuk perkebunan tebu yang dimiliki oleh pribui sehingga banyak kaum pribumi yang menentang. Munculah Pratiwi gadis desa yang pemberni melawan orang-orang De Winst. Pratiwi selalu mengkritik bangsa Belanda lewat surat kabar. Kakaknya bernama Partini, ia adalah waniota si,mpanannya Meneer Jan Thijsse. Jan Thijsse adalah pemilik saham terbessar De Windt.

Karin kemvbali bertemu rangga namun pertemuannya sangat menyakitkan bagi Rangga, karena Kareen sudah menjadi istri Jan Thijsse. Papa Kareen mempunyai hutang yang besar dengan Jan Thijsse sehingga Kareen harus menikah dengan Jan Tjisse secara terpaksa tapi ia sama sekali tidak suka dengan Jan Thisse.

Tak disangka Pratiwi adalah putri dari istri Selir KGPH Suryanegara yang ada di desa.Pratiwi menyukai Kresna karena kepintarannya dan ternyata Kresna sendiri adalah seorang Rr Sekar Prembayun yang menyamar sebagai Kresna. Karena Sekar tidak boleh keluar oleh KGPH Suryakusuma sehingga ia menyamar sebagai Kresna.

Sebelum diketahui semua itu, Pratiwi diperkosa dan hampir dibunuh oleh Jan Thijsse. Namun karena ia ditemukan oleh Kareen maka Pratiwi selamat. Setelah KGPH Suryanegara tahu kalau Pratiwi adalah putrinya, maka ia membalas dendam kepada Jan Thijsse. Terjadi perkelahian antara KGPH Suryanegara dengan Jan Thijsse yang akhirnya keduanya tewas.

Sekar sering membantah, mengkritik pihak Belanda. Maka ia mendapatkan hukuman enternering ke Negeri Belanda selama kurun waktu yang tak dibatasi. Sedangkan Jatmiko kekasih Sekar dibuang ke Boven Digul.

Dengan kematian Jan Thijsse dan Sekar dibuang, Rangga menikah dengan Kareen namun setelah itu Rangga dihukum oleh Belanda karena banyak memberontak sehingga ia dibuang oleh Belanda. Sekarang nama Kareen menjadi Syahidah.

UNSUR INTRINSIK

  1. Tema                           : kebudayaan dan percintaan tak bias terpisahkan
  2. Tokoh                          :
  • Pelaku utama               : Rangga dan Kareen
  • Pelaku sampingan        : janthisse, Sekar (Kresna), Pratiwi, Suryanegara, Suryakusuma,

Partini, Jatniko, Suratman.

  1. Sudut pandang             : Orang ketiga serba tahu (penyebutan nama sesseorang).
  2. Penokohan                   :
  • Protagonis        : Rangga, Kareen, Sekar, Pratiwi (menegakkan keadilan).
  • Antagonis        : Janthisse, Para meneer belanda (semena-mena).
  • Tritagonis         : Partini
  1. Setting                          :
  • Tempat                        : solo, De Winst, Hotel, kraton, Batavia.
  • Waktu              : siang, malam, tahun 1930.
  • Suasana           : tragedi.
  1. Nada dan suasana        :
  • Nada                : disukai (Rangga, Kareen, Sekar, Pratiwi), dibenci (Jan Thisse, Para

meneer Belanda).

  • Suasana           : tragedi
  1. Majas                           :
  • Personifikasi    : angin buritan menampar-nampar syalnya.
  • Simile              : pelapis tubuhnya laksana kualam putih yang halus.
  • Alusio              : aku memang hanya seekor pungguk yang merindukan bulan.
  • Hiperbola         : Rangga merasakan debur yang bergemuruh didadanya seakan sebuah

tsunami dasyat barusan mengggempurnya.

  1. Alur                             : alur maju
  2. Pesan                           :
  • Tetap peganglah teguh dan tegakkan kebenaran apapun kondisi dan suasananya.
  • Jika kita mencintai seseorang maka jangan pernah berpaling.
  • Jangan mengikuti kebudayaan yang justru tidak membuat pemikira menjadi maju.

Posting by: Hanafi catur wulandari

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: